BOLMONGRAYA.CO, TUTUYAN– Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, memimpin apel seluruh camat dan sangadi beserta jajaran dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026, bertempat di Lapangan Gogaluman Tutuyan, Kamis (15/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Oskar Manoppo membacakan sambutan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) Republik Indonesia, Yandri Susanto.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Pembangunan kita dimulai dari bawah, dimulai dari desa. Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek yang menentukan masa depan ekonomi nasional,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri Desa.
Lebih lanjut disampaikan bahwa memasuki tahun 2026, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal telah menetapkan arah kebijakan yang tegas melalui Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 16 Tahun 2025. Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 diarahkan secara fokus dan terukur pada sejumlah prioritas strategis.
Pertama, ketahanan pangan dan swasembada. Seluruh desa diinstruksikan untuk memanfaatkan lahan desa secara produktif agar desa mampu menjadi lumbung pangan bagi masyarakat. Kemandirian pangan desa dinilai sebagai fondasi penting bagi kedaulatan nasional.
Kedua, penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun akselerasi koperasi desa, dengan target setiap desa memiliki koperasi yang sehat dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Koperasi desa diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang merugikan petani dan nelayan.
Ketiga, pemberantasan kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting. Dana desa diminta terus dioptimalkan untuk memastikan tidak ada warga desa yang mengalami kelaparan serta tidak ada anak-anak desa yang kekurangan gizi.
Keempat, efisiensi anggaran. Pemerintah desa diingatkan agar tidak menggunakan dana desa untuk kegiatan yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat, seperti studi banding yang tidak jelas manfaatnya atau pembangunan kantor desa yang berlebihan. Dana desa harus difokuskan pada infrastruktur produksi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Dana desa adalah amanah dan merupakan uang rakyat. Saya berpesan kepada para kepala desa agar menjaga integritas dan memastikan setiap rupiah benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa,” lanjutnya.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah agenda tambahan sebagai bentuk apresiasi dan penguatan komitmen pembangunan desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Oskar Manoppo menyerahkan piagam penghargaan kepada empat desa yang berhasil meningkatkan status dari Desa Maju menjadi Desa Mandiri Tahun 2025, yakni Desa Kotabunan Selatan, Desa Buyat Barat, Desa Buyat II, dan Desa Dodap Pantai.
Selain itu, piagam penghargaan juga diberikan kepada tiga desa atas capaian pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 100 persen tercepat Tahun 2025, masing-masing Desa Nuangan I, Desa Tombolikat, dan Desa Molobog Timur.
Pada momentum yang sama, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur turut menyerahkan hibah tanah/lahan kepada desa dalam rangka mendukung pembangunan gerai dan Kantor Koperasi Desa Merah Putih. Hibah lahan tersebut diserahkan kepada Desa Buyandi, Desa Lanut, dan Desa Motongkad.
Menutup rangkaian kegiatan, Menteri Desa melalui sambutannya mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan desa yang mandiri, bermartabat, dan sejahtera.
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Boltim Argo V. Sumaiku, Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, Ketua TP-PKK Boltim Ny. Rosita Manoppo-Pobela, Dandim 1303/Bolaang Mongondow Letkol Inf. Manashe Lomo, seluruh pimpinan OPD, sejumlah Tenaga Ahli Bupati, serta seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.**






















