BOLMONGRAYA.CO, KOTAMOBAGU– Fenomena kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran tabung 3 kilogram, kembali terjadi di Kota Kotamobagu menjelang perayaan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru.
Kondisi ini telah dirasakan masyarakat sejak sepekan terakhir. Warga mengaku sulit mendapatkan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di sejumlah pangkalan.
Menyikapi hal ini, Pemkot Kotamobagu me warning pemilik pangkalan LPG agar selektif dalam pendistribusian, sehingga tepat sasaran.
Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Kotamobagu, Sumitro Potabuga, mengaku jika kebutuhan LPG 3 Kg khusus wilayah Kota Kotamobagu sudah cukup.
”Pihak agen sudah melakukan distribusi ke pangkalan sesuai permintaan. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan agen agar distribusi LPG tetap berjalan dengan normal,” kata Sumitro, Senin (15/12/2025).
Sumitro juga mengungkapkan, kelangkaan LPG juga disebabkan adanya pangkalan yang masih melayani pembeli dari luar wilayah Kotamobagu, hingga mengurangi jatah untuk masyarakat Kotamobagu.
”Pemerintah menghimbau agar pangkalan tidak melayani pembeli LPG dari luar Kotamobagu. Apalagi mereka membeli dalam jumlah banyak,” imbaunya.
Pihaknya menegaskan, jika ada pangkalan LPG melakukan distribusi LPG tidak tepat sasaran serta mencoba main mata dengan pengecer, maka pemerintah tidak segan mengusulkan kepada agen untuk diberikan sanksi.
”Pemkot Kotamobagu sudah berkoordinasi dengan pihak APH terkait kelangkaan LPG jelang Natal dan tahun baru. Jika ada pangkalan nakal yang kedapatan menjual LPG tidak sesuai dengan HET, atau melayani pembelian dalam jumlah banyak, dipastikan sanksi tegas menanti pangkalan tersebut,” pungkasnya.**
























