BOLMONGRAYA.CO, KOTAMOBAGU– Ribuan ikan di sejumlah kolam budi daya Desa Poyowa Besar Dua, Kecamatan Kotamobagu Selatan, mendadak mati secara misterius.
Warga menduga, matinya ikan air tawar secara massal ini, diakibatkan tercemarnya sungai Moayat yang menjadi sumber aliran air kolam.
Akibat kejadian ini, para pemilik kolam budidaya ikan mengaku rugi puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat.
Kepala Distankan Kotamobagu, Piter Suli, mengatakan, tim gabungan Pemkot Kotamobagu sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penelusuran awal atas laporan masyarakat.
Piter mengatakan, dalam identifikasi awal di lapangan, pihaknya meminta keterangan para pemilik kolam serta penjaga pintu air Bendungan Moayat.
“Dari penuturan penjaga pintu air Bendungan Moayat, kejadian matinya ikan di kolam milik warga ini terjadi pada Sabtu 14 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 dini hari. Di mana, sebelumnya ikan di bendungan juga mendadak mati sebelum aliran masuk ke kolam budidaya milik warga, jadi dugaan awal sumber aliran air dari sungai Moayat sudah tercemar,” ungkap Piter, Rabu (18/2/2026).
“Rencana tindaklanjut akan dilakukan identifikasi dugaan pencemaran, pendapatan pembudidaya terdampak serta langkah penanganan sesuai ketentuan dan SOP berlaku,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Kepala DLH Kotamobagu Erwin Pasambuna, membenarkan jika pihaknya sudah turun langsung saat menerima laporan warga atas kejadian tersebut.
“Iya kemarin DLH bersama Dinas Pertanian dan Perikanan sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan identifikasi awal,” ujar Erwin kepada media.
Lanjutnya, sebagai tindak lanjut, pihaknya akan kembali turun ke lapangan guna mengambil langkah-langkah yang akan dilakukan.
“Besok tim DLH akan kembali turun ke lapangan untuk memastikan penyebab pasti matinya ikan di kolam budidaya milik warga,” tandasnya.
Para pemilik kolam budidaya ikan di Desa Poyowa Besar II berharap pemerintah dapat segera menemukan penyebab utama kematian ikan secara massal tersebut serta memberikan solusi jangka panjang terhadap keamanan sumber air untuk kolam budidaya.
Penulis: Hendrawan






















