BOLMONGRAYA.CO, BOLTARA – Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti pernyataan Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, saat menyampaikan apresiasi kepada generasi muda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Binadou (AMPB) yang menunjukkan kecintaan terhadap daerah dan warisan leluhur lewat aksi demonstrasi, pada Rabu (18/02/2026).
“Saya sangat terharu, sangat bangga dengan teman-teman. Setiap kita anak-anak muda Boltara harus memiliki cinta terhadap daerah ini, cinta terhadap tanah leluhur yang wajib kita pertahankan. Kita jaga marwahnya, kita jaga jati dirinya, dan kita jaga harga dirinya,” tegasnya.
Bupati menegaskan bahwa Boltara merupakan daerah yang sejajar dengan daerah-daerah lain. Ia mengingatkan kembali sejarah pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow pada tahun 1954 yang didasarkan pada kesepakatan empat ekswapraja.
Dari empat ekswapraja tersebut, dua diantaranya berada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, yakni ekswapraja Bintauna dan Kaidipang Besar.
Kaidipang Besar sendiri mencakup Kerajaan Bolangitang. Dengan demikian, terdapat tiga ekswapraja di wilayah ini yang menurutnya, harus dijaga marwah dan harga dirinya, termasuk seluruh peninggalan leluhur yang menjadi identitas sejarah daerah.
“Tolong jaga marwahnya, tolong jaga harga dirinya, dan tolong jaga peninggalan-peninggalan leluhur ini,” ujarnya menekankan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para pemuda dan masyarakat yang telah menyampaikan tiga desakan atau tuntutan kepada pemerintah daerah.
Ia memastikan bahwa pemerintah daerah menerima tiga tuntutan tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai bentuk keterbukaan, Bupati menegaskan bahwa ruang-ruang diskusi dengan pemerintah daerah selalu terbuka.
Ia menyatakan kesiapannya untuk berdialog kapan saja, baik sebagai kepala daerah maupun sebagai individu masyarakat Boltara.
“Kapan saja diundang untuk berdiskusi, saya senang. Saya bersedia membahas hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat serta daerah,” tutupnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga identitas sejarah sekaligus membuka ruang partisipasi aktif generasi muda demi kemajuan Boltara ke depan.
Penulis : Chan






















