BOLMONGRAYA.CO, BOLTARA – Gelombang penolakan terhadap rencana Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) kembali mencuat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara).
Aliansi Masyarakat Peduli Binadou (AMPB) memastikan akan menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 18 Februari 2026.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap Panitia Pemekaran Provinsi BMR yang dinilai tidak melibatkan Kabupaten Boltara dalam berbagai agenda terkait pembentukan provinsi baru tersebut.
AMPB yang terdiri dari unsur OKP, ormas, dan LSM menilai wacana pemekaran Provinsi BMR berpotensi membuka kembali luka lama, ketika Boltara masih menjadi bagian dari Kabupaten Bolaang Mongondow.
Situasi semakin memanas setelah beredarnya poster dan pamflet dari kelompok pendukung Provinsi BMR. Dalam salah satu poin, terdapat ajakan untuk memperkuat identitas, adat, dan budaya Mongondow.
Bagi masyarakat Boltara, narasi tersebut dinilai bertentangan dengan sejarah serta identitas lima kabupaten/kota yang memiliki empat eks swapraja. Secara historis, Boltara memiliki akar tersendiri, yakni dari Kerajaan Kaidipang Besar (Bolangitang dan Kaidipang) serta Kerajaan Bintauna.
Ketua KNPI Boltara, Donal Palandi, menegaskan bahwa pihaknya akan menyuarakan sikap tersebut melalui aksi di Gedung DPRD dan Kantor Bupati Boltara.
“Kami yang tergabung dalam AMPB akan melaksanakan aksi demonstrasi ke Gedung DPRD dan Kantor Bupati Boltara. Kami meminta pemerintah daerah segera mencabut dukungan terhadap DOB BMR serta mengganti nama Bolaang Mongondow Utara menjadi Binadou,” tegas Donal.
Menurutnya, bergabung dalam Provinsi BMR hanya akan membuka kembali persoalan lama. Ia juga menekankan bahwa pengembalian nama Binadou merupakan langkah penting karena, secara historis, nama tersebut lebih merepresentasikan wilayah Boltara.
“Secara histori, nama awal daerah ini adalah Binadou, hasil penggabungan dua bahkan tiga eks swapraja. Namun karena alasan politis dan percepatan pemekaran saat itu, dipaksakan menjadi Bolaang Mongondow Utara,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) AMPB, Febrianto Lombu, membenarkan bahwa seluruh persiapan aksi telah rampung.
“Semua perangkat aksi sudah siap, dan surat pemberitahuan ke Polres Boltara sudah dimasukkan tadi sore. Aksi akan dilaksanakan pada hari Rabu sesuai jadwal,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dalam aksi tersebut demi menjaga harkat dan martabat sebagai warga Bolaang Mongondow Utara.
Penulis: Chan






















