BOLMONGRAYA.CO, KOTAMOBAGU– Tradisi sembahyang Ceng Beng (Qingming) di Kota Kotamobagu kembali digelar dengan penuh khidmat pada Sabtu (4/4/2026).
Tidak hanya menjadi momen ziarah kubur tahunan bagi warga Tionghoa, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peneguhan 17 petugas sembahyang atau Tauke Ceng Beng yang siap menjalankan tugas sosial duka bagi anggota komunitas.
Pelaksanaan ritual berlangsung dengan baik berkat dukungan Pemerintah Kelurahan Kotabangon bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang turut menjaga keamanan serta kelancaran kegiatan.
Sejak sebelum hari puncak yang biasanya jatuh pada 5 April, area perkuburan Tionghoa telah dibersihkan, mencerminkan semangat gotong royong dan penghormatan kepada leluhur.
Prosesi sembahyang dipimpin oleh rohaniawan Fredy Nangoy, didampingi Marcel Rasubala dan Apdon Kalangi.
Rangkaian doa diawali dengan ucapan syukur dan permohonan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dilanjutkan penghormatan kepada Dewa Bumi atau Hok Tek Cheng Sin sebagai pelindung wilayah, serta diakhiri dengan doa bakti (Xiao) kepada orang tua dan leluhur.
Di lokasi, terlihat meja-meja besar dipenuhi berbagai sajian seperti makanan dan kue khas sembahyang, serta kertas sembahyang berwarna emas dan perak sebagai simbol penghormatan kepada arwah leluhur.
Suasana sakral dan kebersamaan begitu terasa sepanjang prosesi berlangsung.
Bendahara Tauke Ceng Beng, Ko Erwin Laoritan, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, kepolisian, dan TNI atas dukungan yang diberikan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Duka Totabuan atas kepercayaan yang telah diberikan.
“Tidak ada yang sempurna, semuanya masih menuju kesempurnaan. Kami sudah berusaha maksimal agar tradisi Ceng Beng tetap terlaksana sebagai bagian dari budaya Tionghoa di Kotamobagu,” ujarnya.
Erwin berharap, tradisi ini tetap lestari dan menjadi momen penting untuk menjaga nilai kekeluargaan dan budaya Tionghoa di Kota Kotamobagu dan Indonesia pada umumnya.**






















